Di sudut halaman belakang SMPN 1 Kunjang, tersembunyi sebuah oase kecil yang telah menjadi saksi bisu perjalanan ribuan siswa selama bertahun-tahun. Kantin “Yu Tri,” demikian namanya, bukan sekadar tempat untuk mengisi perut, tetapi juga ruang kenangan, tempat di mana tawa, cerita, dan persahabatan terjalin.
Sejak dulu, “Yu Tri” telah menjadi favorit siswa SMPN 1 Kunjang. Bukan hanya karena harga makanannya yang ramah di kantong, tetapi juga karena kehangatan dan keramahan sosok di baliknya, Yu Tri sendiri. Senyumnya yang tulus dan sapaannya yang ramah selalu menyambut setiap siswa yang datang, menciptakan suasana kekeluargaan yang akrab.
Menu sederhana namun menggugah selera menjadi andalan kantin ini. Nasi pecel dengan bumbu kacang yang khas, bakso kuah yang hangat, atau es teh manis yang menyegarkan, selalu menjadi pilihan favorit siswa. Rasa yang autentik dan porsi yang mengenyangkan membuat setiap hidangan terasa istimewa.
Lebih dari sekadar penjual makanan, Yu Tri adalah pendengar setia cerita-cerita siswa. Ia tahu nama setiap siswa, memahami keluh kesah mereka, dan selalu memberikan dukungan dan semangat. Kantinnya menjadi tempat perlindungan bagi siswa yang ingin sejenak melarikan diri dari hiruk pikuk sekolah.
Kantin “Yu Tri” bukan hanya tentang makanan dan harga murah, tetapi juga tentang nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi. Kejujuran, keikhlasan, dan kepedulian adalah bumbu rahasia yang membuat kantin ini begitu istimewa.
Setiap sudut kantin “Yu Tri” menyimpan kenangan manis bagi para siswa. Meja-meja kayu yang sederhana menjadi saksi bisu tempat mereka berbagi tawa, merayakan kemenangan, atau sekadar menghabiskan waktu bersama teman-teman.
Bagi alumni SMPN 1 Kunjang, kantin “Yu Tri” adalah mesin waktu yang membawa mereka kembali ke masa-masa indah di sekolah. Aroma nasi pecel, suara tawa siswa, dan senyum ramah Yu Tri adalah bagian dari kenangan yang tak terlupakan.
Kantin “Yu Tri” adalah legenda hidup di SMPN 1 Kunjang. Ia adalah simbol dari kesederhanaan, kehangatan, dan cinta kasih yang tulus. Ia adalah oase kenangan dan rasa yang akan selalu dirindukan oleh setiap siswa yang pernah merasakan kehangatannya.