Selasa, 18 Maret 2025_ Hari kedua Pondok Ramadan di sekolah kami membawa nuansa yang berbeda. Jika hari pertama diwarnai dengan semangat tadarus dan kajian umum, hari ini kami diajak untuk merenungkan hakikat kehidupan dan kematian melalui materi tentang merawat jenazah sesuai syariat Islam. Suasana khidmat dan penuh keheningan menyelimuti aula sekolah, di mana para siswa dengan seksama menyimak setiap penjelasan dari ustadz.
Materi ini bukan sekadar tentang tata cara memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah. Lebih dari itu, kami diajak untuk memahami bahwa kematian adalah bagian dari siklus kehidupan yang pasti akan dialami oleh setiap manusia. Merawat jenazah adalah bentuk penghormatan terakhir kita kepada saudara seiman, sekaligus pengingat bahwa kelak kita pun akan berada di posisi yang sama.
Ustadz menjelaskan setiap tahapan merawat jenazah dengan detail dan penuh penghayatan. Kami diajarkan tentang pentingnya niat yang ikhlas, kesucian, dan kehati-hatian dalam setiap tindakan. Bukan hanya teori, ustadz juga memberikan contoh praktik melalui simulasi menggunakan boneka peraga. Para siswa pun antusias mencoba mempraktikkan cara memandikan dan mengkafani jenazah dengan benar.
Momen yang paling menyentuh adalah ketika ustadz menjelaskan tentang makna di balik setiap ritual. Memandikan jenazah, misalnya, bukan hanya membersihkan jasad dari kotoran, tetapi juga membersihkan diri kita dari dosa dan kesalahan. Mengkafani jenazah dengan kain putih adalah simbol kesederhanaan dan kesucian. Menyalatkan jenazah adalah doa dan permohonan ampunan bagi almarhum. Menguburkan jenazah adalah mengembalikan jasad ke tempat asalnya, yaitu tanah.
Melalui materi ini, kami belajar bahwa merawat jenazah adalah fardhu kifayah, kewajiban kolektif yang harus dilaksanakan oleh umat Islam. Jika tidak ada yang melaksanakannya, maka seluruh umat Islam di daerah tersebut akan berdosa. Kami juga belajar bahwa merawat jenazah adalah amalan yang sangat mulia, karena kita telah membantu meringankan beban saudara seiman di akhirat.
Pondok Ramadan hari kedua ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami. Kami tidak hanya mendapatkan ilmu tentang tata cara merawat jenazah, tetapi juga tentang makna kehidupan dan kematian. Kami diajak untuk lebih menghargai waktu yang tersisa, untuk senantiasa berbuat baik, dan untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian. Semoga ilmu yang kami dapatkan hari ini dapat kami amalkan dalam kehidupan sehari-hari, dan menjadi bekal kami di akhirat kelak.
DOKUMENTASI KEGIATAN HARI KEDUA
LINK VIDEO


